Terakhir kepalaku kosong adalah saat hari bermaafan itu tiba. Entah beberapa baris kalimat tak pernah terjawab hingga memburamkan keagungan hari itu. Dan hari ini, isyarat kalbu itu menyeruak meski hanya dengan kalimat sepotong-sepotong, namun cukup menjawab lamunanku. Maukah engkau terus mengingatku..? Apapun dirimu, terima kasih untuk hari ini meskipun jawaban selanjutnya mungkin akan terasa menyakitkan.. Maukah engkau terus mengingatku..?
Lihat Daftar Isi !